Home
About
Aku Ingin Ada Air untuk Masa Depan!
Februari 15, 2011
foto0065
Apakah Anda bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air? Semua manusia pasti akan menjawab : “tidak mungkin!”. Tidak dapat dipungkiri, air memang menjadi unsur penting penunjang kelangsungan hidup. Tanpa air, tidak ada kehidupan, itulah fakta dasarnya. Namun, fakta ini justru tidak membuat sadar akan pentingnya setiap tetes air yang ada di bumi ini. Ini terbukti dengan meningkatnya pencemaran air di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, pencemanaran air juga banyak terjadi. Akibatnya, urgensi akan air mulai terasa di beberapa daerah. Di Jakarta, krisis air bersih besar-besaran juga terjadi. Dilansir dari harian online Kompas.com, Jakarta mengalami defisit air bersih yang diperkirakan 11.982 liter per detik. Ini disebabkan karena 13 sungai yang melewati wilayah Jakarta tidak layak untuk dikonsumsi.
Topik mengenai pelestarian air di bumi, menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Dalam artikel “Aku Ingin Ada Air untuk Masa Depan!” ini, saya akan membahas mengenai pentingnya air sebagai sumber kehidupan, bentuk-bentuk pencemaran dan pelestarian air, serta isu-isu yang menyangkut di dalamnya. Untuk mewujudkan kelestarian air tidak hanya fokus pada air saja, melainkan juga menyangkut kelestarian bumi (lingkungan). Sebab, hubungan antara kelestarian bumi (lingkungan) dan air saling bersinergi kuat antara satu dengan yang lainnya. Kelestarian air menyangkut kelestarian bumi (lingkungan), dan begitu juga sebaliknya. Kerusakan/ketidakstabilan air akan berdampak pada kerusakan lingkungan, dan juga berlaku sebaliknya.
Air Sebagai Sumber Kehidupan
Air merupakan salah satu dari 4 unsur yang mengindikasikan adanya sebuah kehidupan. Sedangkan 3 unsur lainnya meliputi karbondioksida, metana dan oksigen. Air juga dapat dikatakan sebagai sumber kehidupan. Kelangsungan hidup manusia, tumbuhan, dan hewan juga bergantung hidup pada air. Banyak manfaat yang diberikan air untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi.
sahabat-kompas-muda1
Air Bagi Tubuh Manusia
Hampir 75% tubuh manusia tersusun atas unsur air. Inilah yang menjadi teori dasar bahwa “Air Penting Bagi Tubuh”. Total 75% komponen air pada tubuh meliputi jaringan otot (persentase 50%-70% kandungan air dari jaringan otot), darah (persentase kandungan air 80% dari darah), otak (persentase 78 – 85% kandungan air dari otak), tulang (persentase 20-33% kandungan air dari tulang), dan sisanya terdapat pada komponen tubuh lainnya.
Kadar air dalam tubuh harus selalu stabil sesuai dengan kadar normalnya. Jika tidak, fungsi organ tubuh akan menurun dan lebih mudah terserang oleh bakteri dan virus. Pada saat melakukan aktifitas apapun (termasuk bernapas), tubuh menggunakan unsur air untuk menjalankan fungsi kerja organ. Akibatnya, kadar air dalam tubuh akan menjadi berkurang. Agar selalu dalam keadaan stabil, diperlukan asupan air yang cukup bagi tubuh secara kontinu. Dari beberapa referensi yang saya baca, disarankan untuk mengkonsumsi 5 ½ sampai 8 gelas air setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Namun sayangnya, masih banyak juga yang belum mengetahui penting air bagi tubuh manusia, termasuk para remaja. Dikutip dari Kompas.com, dari 209 remaja yang menjadi responden, 51,1 persen mempunyai pengetahuan rendah tentang air minum. Hanya 21,4 persen saja yang mengetahui empat kegunaan air bagi tubuh, 43,2 persen yang mengetahui akibat kurang air minum, 44,2 persen yang mengetahui empat gejala kekurangan air.
Air tidak hanya berperan pada internal tubuh, dalam kelangsungan hidup air juga diperlukan bagi tubuh untuk keperluan lainnya (eksternal tubuh). Contohnya, untuk keperluan MCK yang tidak lepas dari peran air. Dalam keperluan MCK gunakanlah air bersih untuk kesehetan tubuh Anda,
Air Bagi Hewan, Tumbuhan, dan Lingkungan
Tumbuhan menjadikan air sebagai kebutuhan primer pendukung kelangsungan hidupnya. Air digunakan untuk menjaga turgiditas sel (tidak layu), pelarut hara dan senyawa lain, evapotranspirasi, serta yang terpenting yaitu reaksi fotosintesis. Air bersama unsur lainnya diolah menjadi oksigen dan glukosa. Hampir semua makhluk hidup bergantung pada hasil akhir dari proses otosintesis ini. Sumber makanan hewan dan manusia berasal dari tumbuhan Sedangkan oksigen yang dihasilkan juga sangat berguna bagi hewan dan tumbuhan agar dapat bernapas.
Peran penting tumbuhan juga berpengaruh pada lingkungan. Pernyataan ini didukung dengan kenyataan akan kemampuan tumbuhan yang menyerap dan mengolah karbondioksida, mencegah terjadinya erosi, tanah longsor dan banjir, sumber makanan bagi manusia dan hewan. Jika jumlah tumbuhan kurang dari kebutuhan suatu lingkungan, maka otomatis kestabilan lingkungan akan terganggu.
Jadi, secara singkat peran air bagi hewan, tumbuhan, dan lingkungan adalah air sangat dibutuhkan oleh hewan dan tumbuhan untuk bertahan hidup, dengan jumlah hewan dan tumbuhan yang tetap stabil maka keadaan lingkunhan juga akan ikut stabil. Sebaliknya, jika tidak ada air, jumlah tumbuhan dan hewan menurun, kestabilan lingkungan akan terganggu.
Penyebab dan Dampak Negatif yang Dapat Terjadi Pada Air
Jika tidak ada bentuk usaha untuk peduli dengan air maka akan banyak bencana dan malapetaka yang akan dialami oleh peradaban hidup manusia. Di satu sisi air bisa menjadi sahabat yang selalu mendukung kehidupan manusia, namun disisi lain bisa menjadi musuh yang mengancam hidup manusia (jika tidak ada perhatian khusus terhadap pelestarian air).
kompas-muda-cegah-cemar-air1
Pencemaran Air. Perkembangan teknologi yang tidak ramah lingkungan serta gaya hidup manusia yang tidak ramah lingkungan akan menyebabkan pencemaran air. Jika ini terjadi secara kontinu tanpa ada upaya perubahan, pencemaran air akan menjadi semakin akut dan tidak bisa dipulihkan kembali. Dan pada saat itu juga, episode akhir dari perjalanan hidup peradapan manusia di bumi.
Salah satu penyebab terbesar pencemaran air adalah limbah industri. Pembuangan limbah industri secara ilegal membawa dampak buruk bagi kehidupan lingkungan sekitarnya. Di Indonesia sendiri, pencemaran air akibat limbah industri sudah banyak terjadi. Seakan tidak ada lelahnya saluran pembuangan akhir industri-industri itu ”memuntahkan” limbah beracun.
Pencemaran air dapat terindikasi jika ada perubahan suhu, tingkat PH, adanya warna, bau dan rasa, timbulnya endapan, koloidal, bahan pelarut, adanya mikroorganisme, meningkatnya radioaktivitas pada air.
Unsur kimia yang terkandung dalam limbah pabrik dan sampah-sampah yang dibuang sembarang yang kemudian bersatu padu dengan air adalah amunisi ampuh untuk “menghancurkan” manusia dan lingkungan disekitarnya. Sebagai sebuah bayangan, kita ambil contoh pencemaran air oleh Merkuri (Hg). Limbah Merkuri ini biasanya berasal dari limbah industri (terutama industri tambang emas).
Dampak merkuri dapat terjadi langsung ataupun tidak langsung pada manusia. Bahaya secara langsung, jika kita menggunakan air yang telah terkontaminasi oleh merkuri untuk dikonsumsi. Bahaya secara tidak langsung, merkuri yang telah mencemari air ini akan berubah menjadi metilmerkuri oleh bakteri tertentu. Semua makhluk hidup yang bergantung hidup pada air kontaminasi merkuri ini akan ikut terkontaminasi oleh merkuri. Keadaan ini akan terus berlanjut antara makhluk hidup lainnya melalui proses makan dan dimakan. Sehingga pada akhirnya kontaminasi kandungan merkuri bisa saja berlanjut kepada manusia jika mengkonsumsi hewan atau tumbuhan yang telah ikut terkontaminasi.
Bahaya merkuri? Sulit untuk dibayangkan betapa mengerikannya bahaya merkuri pada manusia. Manusia yang telah kontaminasi merkuri berpotensi mengalami keracunan, gangguan sistem syaraf, gagal ginjal, dan tentu saja dampak akhirnya berupa kematian. Sedangkan jika wanita yang hamil ikut terkontaminasi merkuri, maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang cacat.
Ini hanya salah satu contoh akibat dari unsur berbahaya yang ada pada banyaknya kasus pencemaran air. Belum lagi, akibat-akibat lain yang lebih berbahaya dari ini.
Banjir, Tanah Longsor, dll. Bencana banjir dan tanah longsor seakan menjadi agenda tahunan di Indonesia. Bencana yang terjadi ini bukan tanpa sebab. Air seakan menunjukkan “kegarangannya” akibat perlakuan buruk yang selalu diberikan kepadanya. Ini terjadi karena adanya deforestasi dan degradasi hutan yang disebabkan karena pembalakkan liar (illegal logging), kebakaran hutan, limbah, dll. Akibat deforestasi dan degradasi hutan ini, menyebabkan ekosistem air menjadi rusak.
Hutan (pohon) adalah pengendali daur air yang disuatu sisi sebagai penyedia air (konsep panen air/water harvesting) dan disisi lain sebagai penjamin penghasilan air (water yield). Hutan (pohon) memiliki fungsi hidro-orologis sebagai pencegah kekeringan di musim kemarau dan pencegah banjir serta erosi pada musim hujan. Jika hutan (pohon) terus menerus dirusak, maka akan terjadi adalah kebalikan fungsi hidro-orologis yang sebenarnya.
Krisis Air. Penyebab umum krisis air kurang lebih sama dengan fungsi hidro-orologis hutan (pohon). Namun, dalam hal ini yang menjadi sorotan adalah penurunan fungsi hutan dalam hal penyimpan cadangan air. Akibatnya, ketika musim kemarau tiba, tidak ada cadangan air tanah. Krisis air (bersih) juga disebabkan oleh pencemaran air dari limbah industri dan rumah tangga, sanitasi yang buruk.
Bentuk-Bentuk Usaha Konservasi Air
gambar-usaha-konservasi1
Pergerakan sikap manusia peduli air nampaknya mulai nampak. Banyak yang kita dilakukan untuk pelestarian air dibumi. Mulai dengan bergaya hidup “cinta air”, penertiban dan kontrol limbah pabrik, dan membuat suatu inovasi teknologi untuk konservasi air.
Konversi Gaya Hidup Masyarakat untuk Cinta Air dan Lingkungan
Untuk mulai gerakan “Aku Ingin Air untuk Masa Depan!” harus dimulai dari pribadi sendiri. Semakin banyak orang yang menyadari dan mengikuti gaya hidup cinta air dan lingkungan, maka pengaruh ke individu untuk mengikuti gaya hidup yang sama akan semakin cepat. Jadikan gaya hidup ini sebagai trend dikalangan masyarakat. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan dari diri sendiri untuk pelestarian air di masa depan?
Hemat Air. Iya, benar sekali kita harus menghemat air. Menggunakan harus air harus secara bijak, karena proses pendaur-ulangan air kotor menjadi air bersih ini cukup lama. Terlebih, dengan kondisi lingkungan yang sekarang ini, air (bersih) sangat sulit untuk didapatkan. Bersyukurlah bagi yang lingkungannya masih dapat mendapatkan air (bersih) yang cukup.
Jaga Kebersihan Lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan, secara tidak langsung menjaga kebersihan air juga. Lingkungan yang bersih adalah jaminan sebuah kesehatan, bukan?
Buanglah sampah pada tempatnya dan akan lebih baik lagi jika dilakukan pemilahan sampah agar proses daur ulang sampah dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Statistik persampahan Indonesia menunjukkan bahwa mengalami peningkatan, seiring pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.
Penghijauan halaman rumah. Dengan menanam tumbuh-tumbuhan di halaman rumah akan menjadikan rumah Anda menjadi lebih asri. Positif lain yang akan didapatkan adalah asupan oksigen dari hasil daur ulang oleh tumbuhan akan Anda dapatkan setiap harinya. Sistem akar pada tumbuhan juga akan membantu penyerapan air yang akan menjadi cadangan air tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar